Keteladanan RA Kartini yaitu mempunyai wawasan yang luas dan cerdas. Walaupun pada saat umur 12 tahun Kartini sudah berhenti sekolah lalu dipingit, Kartini pun masih tetap semangat mempelajari hal - hal baru saat di rumah walaupun hanya menggunakan media kotak bacaan langganan ayahnya, buku dan juga koran. RA. Kartini pun mempunyai tekad yang bulat dan pantang menyerah, yang di mana pada saat sekolah ia dicemooh oleh guru-guru orang belanda karena ia memiliki kulit berwarna. Walaupun begitu kartini tetap rajin dan semangat belajar untuk berusaha maju menyamakan dirinya dengan kepintaran anak-anak belanda. Demi memajukan para wanita indonesia Kartini pun membuka sekolah untuk anak-anak perempuan yang tinggal disekitarnya, yang dimana Kartini masih dalan masa pingitan. Kartini juga mengajarkan membaca, menulis, berhitung, bernyanyi, dan keterampilan lainnya. RA. Kartini juga memiliki sikap yang berani dan optimis. Terikat adat Kartini memiliki perbedaan pendapat dengan orang tua dan masyarakat, namun tidak menjadikan Kartini berhenti mencari cara untuk memperluas wawasan. Sikapnya yang berani mendobrak berbagai aturan, serta optimis bahwa apa yang dilakukannya bisa berdampak besar, membuktikan dengan hasil di mana sekarang wanita Indonesia sudah bisa mendapatkan hak yang sama dengan laki-laki.
MERAWAT OTAK AGAR SEPERTI RA.KARTINI
Apa yang ingin anda lakukan untuk merawat otak agar mencapai keteladanan seorang RA. Kartini?
Dalam mengurus otak saya untuk mencapai keteladanan RA. Kartini mungkin saya akan melakukan hal-hal baru dan mengunjungi tempat yang baru atau belum saya kunjungi, karena dengan kita melakukan hal-hal baru atau juga mengunjungi tempat yang baru mungkin kita akan mengetahui sejarah sejarah yang baru kita temukan dan kemungkinan otak kita juga akan bergerak dan menjadi berwawasan luas, pada perpindahan tempat juga sangat bagus untuk perkembangan otak. M
Komentar
Posting Komentar